Tinjauan Umum Tanaman Padi Sawah
Padi merupakan tanaman utama penghasil beras yang merupakan
bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Meskipun sebagai bahan
makanan pokok, padi dapat digantikan atau disubstitusikan oleh bahan makanan
lainnya, namun padi memiliki tersendiri bagi orang yang biasa makanan nasi dan
tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Tanaman padi
(Oryza sativa. L) termasuk dalam famili Graminiae dan spesies Oryza sativa L.
Batang,nya terdiri dari ruas-ruas yang dalamnva berongga, dengan tinggi 1,0-1,5
meter. Dari setiap buku batang tumbuh daun yang berbentuk pita dan berpelepah.
Tanaman ini mempunyai sifat merumpun yang artinya anak beranak. Dalain satu
rumpun terdapat 40-50 batang (Soemartono, dkk. 1983).
Menurut Soedarmo (1991), ada tiga stadia umum proses
pertumbuban tanaman padi:
- Stadia vegetatif yaitu mulai dari perkecambahan sampai
terbektuknya bulir . Pada varietas padi yang berumur pendek (120 hari) stadia
ini lamanya 55 hari, sedangkan pada varietas umur panjang (150 hari) lamanya
sekitar 85 hari.
- Stadia reproduktif yaitu mulai dari terbentunya bulir
sampai pembungaan. Pada varietas berumur pendek lamanya sekitar 35 hari,
demikian pula pada varietas umur panjang.
- Stadia pembentukan gabah atau biji yaitu dari pembungaan
sampai pemasakan biji. Lamanya stadia ini sekitar 30 hari, baik untuk varietas umur
pendek maupun umur panjang.
Menurut Daryanto (1983), tanaman padi secara garis besar
dapat dibedakan atas dua macam, yaitu padi beras dan padi ketan. Menurut cara bertanamnya
padi beras dapat dibedakan atas dua macam yaitu padi sawah dan padi kering.
Dalam rangka meningkatkan produktivitas usahatani semaksimal
mungkin, maka pemerintah menetapkan program intensifikasi tanaman pangan khususnya
padi sawah melalui sistem pasca usaha tani dan kini telah disempurnakan menjadi
sapta usahatani.
Sapta usaha tani tersebut meliputi:
1. Pemakaian varietas unggul padi sawah
Varietas unggul padi sawah adalah varietas padi yang karena
sifat pembawaannya dapat memberikan hasil yang tinggi pada satuan luas dan
waktu. Varietas padi unggul mempunyai sifat-sifat penting yang dimiliki sepelti
: daya hasil yang tinggi, berumur pendek, mampu menyerap pupuk dengan sebaik-baiknya
dan tahan terhadap hama dan penyakit sena tahan kerebahan. Selain memiliki
sifat-sifat tersebut varietas padi unggul perlu mempunyai sifat tambahan yang
memenuhi selera petani sepefti : mutu harus baik, rasa nasi enak dan tahan rontok
serta mudah merawatnya (Soemantoro, dkk 1984).
2. Cara budidaya tanaman padi
Dalam bercocok tanaman padi sawah terdapat langkah-langkah
yang harus di perhatikan dan di laksanakan dengan baik , langkah-langkah
tersebut adalah sebagai befikut:
a. Pengolahan tanah
Menurut Sugeng. (2001), pengolahan tanah untuk penanaman
padi hatus sudah disiapkan sejak dua bulan sebelum penanaman. Pengolahan dapat dilakukall
dengan dua cara yaitu dengan cara tradisional dan cara modern.
- Pengolahan tanah sawah dengan cara tradisional, yaitu
pengolahan sawah yang dilakukan dengan alat-alat yang sederhana seperti sabit, cangkul,
bajak dan garu yang kesemuanya dikerjakan oleh manusia atau dibantu oleh hewan
misalnya , kerbau atau sapi.
- Pengolahan tanah dengan cara modern yaitu pengolahan
sawah yang dilakukan dengan mesin. Dengan traktor dan alat-alat pengolah tanah lainnya.
b. Persemaian
Harus disiapkan sebaik-baiknya agar diperoleh bibit yang
baik dan sehat. Tujuan persemaian adalah memberikan keadaan lingkungan yang
baik untuk perkecambahan dan penumbuhan awal bagi tanaman padi tersebut
(Siregar, 1981).
c. Jarak tanam
Menanam bibit di sawah perlu diatur supaya tidak terjadi
persaingan untuk mendapatkan unsur-unsur makanan dan sinar matahari dan juga memudahkan
penyiangan. Jarak tanam yang lazim dipakai adalah jarak tanam persegi panjang,
dan bujur sangkar misalnya 20x20 cm, 25x25 cm dan 20x30 cm, tergantung pada
varietas kesuburan tanah serta musim (Soemartono, dkk. 1984).
d. Jumlah bibit perlubang
Bibit yang telah dicabut dari persemaian boleh ditanam satu
atau dua bibit dalam satu lubang dengan kedalaman 3 - 4 cm (Soemartono, dkk.
1984).
e. Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut rumput satu
persatu. Tetapi menyiang tidak hanya mencabut rumput saja, melainkan
menggemburkan tanah agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Penyiangan
dapat selesai lebih cepat apabila menggunakan cangkul atau landak (Sugeng.
2001)
3. Pemupukan
Menurut Setyamidjaja (1986), pemupukan dimaksudkan untuk
memenuhi unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Pemupukan dilaksanakan bila
dalam kondisi lapangan tersedia air yang cukup, kondisi iklim baik, gangguan
hama atau penyakit dapat diatasi tetapi produksi (hasil panen) rendah.
Untuk mengetahui kebutuhan pupuk bagi tanaman dan tanah
perlu dipelajari dua hal yaitu unsur hara apa yang dibutuhkan dan berapa
masing-masing unsur hara diperlukan oleh tanaman sehingga diperoleh hasil yang
optimal. Pupuk yang sering dipakai adalah Urea, TSP dan KCI.
4. Pengendalian jasad pengganggu
Jasad pengganggu ini meliputi hama dan penyakit yang merusak
tanaman padi. Hendaknya jasad pengganggu ini dikendalikan sedemikian rupa,
sehingga tidak menimbulkan kerugian berafti.
Menurut (Sugeng. HR. 2001 ), ada
beberapa hama dan penyakit dan juga cara pengendaliannya yaitu:
a) Burung
Burung banyak menyerang bulir padi pada saat padi sedang
menguning. Oleh karena itu padi harus dijaga, apabila ada burung yang menyerang
langsung dihalau.
b) Walang sangit
Walang sangit menyerang bulir padi yang sedang masak susu
yaitu dengan jalan mengisap bulir tersebut. Walang sangit dapat dikendalikan
dengan menggunakan insektisida atau di sulull (dipasang lampu) sehingga mereka tertarik
dan berkumpul pada cahaya lampu tersebut.
c) Tikus
Kerugian yang ditimbulkan karena serangan tikus biasanya
amat besar, mereka dapat merusak areal luas dalam waktu yang tidak lama. Tikus dapat
dikendalikan dengan memberi umpan ketela, jagung dan sebagainya yang dicampur
dengan phospit.
d) Ulat serangga
Serangga-serangga itu betelur pada daun, apabila menetas
ulatnya merusak batang dan daun. Cara pengendaliannya harus disemprot dengan 4,
pestisida, misalnya: Matador, Furadan, Desis, Lindomin, Hopcyn, dan sebagainya.
5. Pengairan
Menurut Soemartono, cikk. (1984), untuk
perlumbuhan tanaman padi sawah banyak sekali membutuhkan air. Maka untuk maksud
tersebut bidang sawah yang akan ditanami padi dibuatkan pematang, sehingga air
dapat ditampung untuk menggenangi lahan. Meskipun masa perubuhan tanaman lIll
memerlukan air namun ada pula masa-masa dimana sawah perlu dikeringkan. Masa
mengeringkan ini antara lain : Sebelum bunting untuk mencegah timbulnya
tunas-tunas yang tidak mengelttarkan bulir. Pada periode pemasakan bualt, untuk
menyeragamkan dan mempercepat pemasakan
buah.
6. Penanganan pasca panen
Waktu panen tergantung dari varietas, iklim dan pemehharaan
tanaman. Produksi untuk tujuan konsumsi mempunyai saat panen yang berbeda
dengan produksi untuk tujuan keperluan benih. Pentanenan dengan tujuan konsumsi
dilakukan jika selunth gabah tampak kuning hanya bultt-bulti sebelah atas masih
hijau, isi gabah keras, tetapi mudah dipecahkan. Gabah untuk keperluan benih di
panen pada stadia masak penuh, yang mana pada stadia ini buku-buku bagian atas
berwarna kuning dan isi gabah sudah dipecahkan.
Padi yang telah dipanen akan
mengalami perlakuan : perontokan, pembersihan, pengeringan dan penggilingan.
Pengolahan padi bertujuan untuk mempersiapkan dan mengubah padi menjadi beras
(Soemartono, dkk. 1984).
7. Pemasaran
Menurut Soemartono, dkk. (1984), peningkatan produksi padi
akan berlangsung secara terus-menerus bilamana ada pemasaran. Untuk menjamin kelangsungan
produksi padi diperlukan langkah berbagai bidang diantaranya bidang pengangkutan,
penyimpanan dan pengolahan dan pembiayaan.