Showing posts with label Kumpulan Tinjauan Pustaka. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Tinjauan Pustaka. Show all posts

Thursday, 20 October 2016

Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti

Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti

Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti Aedes sp. dan termasuk ordo diftera lainya, mengalami metamorfosis lengkap. Siklus hidupnya terdiri dari telur, larva (jentik), pupa (kepompong) dan nyamuk dewasa. Metamorfosis nyamuk Aedes aegypti mulai dari telur sampai menjadi larva memakan waktu kurang lebih 2 hari, dari larva menjadi pupa membutuhkan waktu 6-8 hari dan sampai menjadi nyamuk dewasa selama 2 hari.(23)

Selama masa bertelur, seekor nyamuk betina mampu meletakan 100-400 butir telur. Telur-telur tersebut diletakkan di bagian yang berdekatan dengan permukaan air. Telur diletakkan satu-persatu pada dinding.(23)

Stadium telur
Telur nyamuk Aedes sp. tidak memiliki frill atau floats, bantuknya memanjang dan oval. Pada bagian luar cangkak telur ada sedikit bentuk retikularis. Telur Aedes sp. pada kedua spesies memiliki rupa yang sama yakni hitam legam dan mengkilat. Pada awalnya telur berwarna putih dan lembut ketika pertama kali dikeluarkan oleh induknya. Namun, kemudian telur berubah menjadi hitam dan sedikit keras. Sebelum telur matang, telur ini mengalami pertambahan ukuran.(21) Telur ini berukuran sekitar ± 0,8 mm. Telur akan menetas dalam kurun waktu 2 hari.(23)

Stadium larva

Telur menetas menjadi larva instar I dalam waktu 2 hari, setelah itu larva akan mengalami 3 kali pergantian kulit (ecdysis) berturut-turur menjadi larva instar II,III, dan larva instar IV.(18) Proses dari larva instar I sampai ke instar IV membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Variasi waktu tergantung pada suhu dan diet larva. Setiap mengakhiri instar dengan cara moult atau ecdysis. Salah satu tanda dari ecdysis adalah munculnya pita-pita hitam di dadanya yang terbungkus sirkular dan muncul rambut secara lateral di sepanjang kutikula . Ukuran larva sekitar 0,5-1 cm persegi. Setiap instar memiliki ciri masing-masing, (19,23,45) yaitu;
  1.  Pada instar I ukuran larva berkisar 1 mm , duri-duri (spine) pada dadanya belum begitu jelas dan corong pernapasan (siphon) belum menghitam. Larva akan terus tumbuh menjadi 2 kali lipat panjang tubuh awal. Dibutuhkan waktu 1-2 hari unuk menjadi larva instar I.
  2. Pada instar II, kepala dan bagian terminal larva lebih besar dari pada larva instar I, tubuh dan kepala semakin gelap dan lebih panjang serta silindris, spine belum jelas dan siphon sudah berwarna hitam. Dibutuhkan waktu 2-3 hari untuk mencapai instar II.  
  3. Pada larva instar III, tampak larva lebih besar dan panjang dari sebelumnya. Dibutuhkan waktu 2-3 hari untuk mencapai instar ini.  
  4. Pada instar IV terjadi pengembangan tunas imaginal dada dan akumulasi lemak di tubuh larva sehingga tampak lebih besar dan gemuk, pada fase ini terdapat struktur yang khas yakni adanya rudiment of the pupal respiratory trumpets. Stadium ini sudah bisa dibagi berdasarkan anatominya. Pada larva ini dibutuhkan waktu 2-3 hari.
Larva bergerak terutama dengan dua cara yakni dengan tersentak oleh tubuhnya dan dengan mouth brushes.(19) larva ini selalu bergerak aktif di dalam air. Gerakannya berulang-ulang dari bawah keatas permukaan air untuk bernapas, kemudian turun kembali dan seterusnya. Pada waktu istirahat, posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. biasanya berada disekitar dinding tempat penampungan air. Setelah 6-8 hari larva atau jentik akan menjadi pupa.(19,23)

Stadium pupa


Saat fase ecdysis mendekati akhir, larva akan menjadi pupa. Pupa merupakan stadium akhir. Bentuk pupa bengkok dan kepalanya besar. Fase ini membutuhkan waktu sekitar 2-5 hari. Selama fase ini tidak makan apapun. Didalam pupa terdapat kantung udara yang terletak diantara bakal sayap nyamuk dewasa dan terdapat sepasang sayap pengayuh yang saling menutupi sehingga memungkinkan pupa untuk menyelam cepat dan mengadakan serangkaian jungkiran sebagai reaksi terhadap rangsangan. Bentuknya seperti koma, gerakan lambat, sering berada dipermukaan air. Ketika pertama kali muncul, pupa berwarna putih tetapi dalam waktu yang singkat terjadi perubahan pigmen. setelah 1-2 hari pupa akan menjadi nyamuk baru.
(8,19,23)

Monday, 17 October 2016

Arti Nasionalisme

A. Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme bersal dari kata nation yang berarti bangsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bangsa memiliki arti: (1). kesatuan orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bangsa, dan sejarahnya serta pemerintahan sendiri; (2). golongan manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan yang mempunyai asal usul yang sama dan sifat khas yang sama atau bersamaan; (3). kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan biasanya yang menempati wilayah tertentu dimuka bumi. Nasionalisme satu paham yang menciptkan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation" dengan mewujudkan satu konsep identitas berdama untuk sekelompok manusia.

Menurut Douglas Weeks nasionalisme merupakan formalisasi dari kesadaran nasional yang membentuk bangsa dalam arti politik yaitu negara nasional. Sedangkan Aditjondro mengatakan bahwa nasionalisme bukanlah sesutau yang jatuh begitu saja dari langit, ada akar historisnya, dan ironisnya akar historis tersebut tidak jarang bermula dari sejarah kolonialisme (Clifford Geertz dalam Pigay, 2000:55).

Nasionalisme merupakan fenomena yang kompleks karena konotasi dan interpretasinya yang kaya sebagai hasil studi yang dikirimkan beragam sepanjang masa. Konteks pertama, nasionalisme sulit dibedakan dari patriotisme atau cinta pada tanah air dan bangsa. Konteks ini, nasionalisme tidak berhubungan dengan asal ras, asal etnis, atau asal nenek moyang atau dengan sifat-sifat budaya yang nyata seperti bahasa atau agama. Sedangkan dalam konteks kedua, nasionalisme merupakan sebuah bentuk kelompok solidaritas atau rasa komunitas yang berdaskan etnisitas dari pada teritorial. Dalam konteks ini, nasionalisme merujuk pada perasaan subjektif yang memisahkan suatu kelompok tertentu dengan kelompok-kelompok lain dalam sebuah komunitas (Fadli, 2002:21).

Menurut L. Stoddard, nasionalisme adalah suatu kepercayaan yng dimiliki oleh sebagaian terbesar individu dimana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersamaan di dalam suatu bangsa (Kohn, Hans, 1984).

Menurut Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan 4 unsur nasinalisme, yaitu:
  1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
  2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
  3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
  4. Hasrat unutk mencapai kehormatan bangsa.
Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bansa adalah sekelompok manusia yang:
  1. Memiliki cita-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan.
  2. Memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan.
  3. Memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama. 
  4. Menempatai suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah.
  5. Terorganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

B. Karakteristik Nasionalisme

Karakteristik nasionalisme yang melambangkan kekuatan suatu negara dan aspirasi yang berkelanjutan, kemakmuran, pemeliharaan rasa hormat dan penghargaan untuk hukum. Nasionalisme tidak berdasarkan pada beberapa bentuk atau komposis pada pemerintahan tetapi seluruh badan negara, hal ini lebih ditekankan pada berbagai cerita oleh rakyat atau hal yang lazim, kebudayaan atau lokasi geografis tetapi rakyat berkumpul bersama dibawah suatu gelar rakyat dengan konstitusi sama (Hutauruk , 1984).
  1. Membanggakan pribadi bangsa dan sejarah kepahlawanan pada suatu negara.
  2. Pembelaan dari kaum patriot dalam melawan pihak asing.
  3. Kebangkitan pada tradisi masa lalu sebagai bagian mengagungkan tradisi lama karena nasionalisme memiliki hubungan kepercayaan dengan kebiasaan kuno.
  4. Suatu negara cendrung mengubah fakta sejarah untuk kemuliaan dan kehebatan negaranya.
  5. Ada spesial lambang nasionalisme yang diberikan untuk sebuah kesucian. Bendera, lambang nasionalisme dan lagu nasionalisme merupakan hal yang suci untuk semua umat manusia sebagai kewajiban untuk pengorbanan pribadi.

C. Makna Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau menghilangkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya (Yudohusodo, 1996).

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencaintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul dari pada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan tetapi kita harus mengembangkan sikap  saling menghormati:

Jadi nasionalisme dapat diartikan:
  1. Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme.
  2. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

D. Nasionalisme Pancasila

Pada dasarnya nasionalisme pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila.

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
  1. Menempatkan persatuan-kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. 
  2. Menunjukan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  3. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia tidak rendah diri.
  4. Mengikuti persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa.
  5. Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  6. Mengembankan sikap tenggang rasa.
  7. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  8. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  9. Senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  10. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  11. Merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.
  12. Menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sunday, 16 October 2016

Pengertian Organisasi Internasional

Pengertian Organisasi Internasional

Manusia adalah makhluk sosial atau bermasyarakat. Sebagai akibat sifat kodrati tersebut manusia tidak mungkin dapat hidup seorang diri lepas dari hidup bermasyarakat, berkelompok, atau hidup bersama. Kecendrungan manusia untuk hidup bermasyarakat atau kelompok merupakan suatu naluri yang diwariskan secara biologis. Manusia tidak hanya memiliki naluri saja tetapi manusia memiliki bakat, emosi, perasaan, dan kemampuan inteligensi yang merupakan warisan biologis. Warisan biologis ayang ada pada manusia tidak dapat berkembang secara otomatis, tetapi harus dikembangkan. Segala sesuatu harus diajarkan. Demikian pula manusia hidup bermasyarakat atau berkelompok harus dikembangkan dan diajarkan, sehingga dalam perkembangan selanjutnya hidup bermasyarakat dan berkelompok itu menjadi kebutuhan setiap manusia. Selain itu, manusia hidup berkelompok juga disebabkan oleh kesadaran dan kepentingan bersama, meskipun dalam banyak hal kepentingan-kepentingan antara manusia itu tidak sama bahkan saling bertentangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kepentingan-kepentingan itu diwujudkan dalam berbagai bentuk kehidupan yang tidak terbatas.

Kesadarn hidup bermasyarakat dan memenuhi kepentingan bersama inilah kemudian mendorong lahirnya sebuah organisasi sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan bersama. Demikian pula suatu negara tidak dapat menjalankan kepentingan dalam kebutuhan nasionalnya dengan lancar tanpa ada hubungan atau interaksi dengan negara lainnya, sehingga timbul kesadaran untuk mendirikan organisasi internasional sebagau wadah atau sarana untuk melaksanakan kerjasama.

Pada awalnya organisasi internasional didirikan dengan tujuan untuk mempertahankan peraturan-paraturan agar dapat berjalan tertib, dalam rangka mencapai tujuan bersama dan sebagai wadah hubugan antar negara agar kepentingan masing-masing negara dapat terjalin dalam konteks hubungan internasional.

Dengan meluasnya kepentingan kelompok yang ada dan untuk dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar maka diperlukan suatu organisasi yang mengatur tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam kelompok yang tergabung menjadi kelompok yang lebih besar. Dengan terbentuknya organisasi internasional maka lebih memungkinkan untuk mempertahankan peraturan-peraturan agar dapat berjalan lebih tertib dalam mencapai tujuan bersama.

Organisasi internasional dapat didefinisikan sebagai struktur formal dan berkelanjutan yang dibentuk atas sebuah kesepakatan bersama antar anggota-anggota (pemerintah dan non pemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan bersama para anggota-anggotanya.

Menurut Danniel S. Cheever dan H. Field Haviland Jr, organisasi internasional merupakan pengaturan bentuk kerja sama internasional yang melembaga antara negara-negara, umumnya berlandaskan suatu persetujuan dasar untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang memberikan manfaat timbal balik yang dilaksanakan melalui pertemuan-pertemuan serta kegiatan-kegiatan staf secara berkala. Dari definisi yang dikemukakan tersebut tercakup tiga unsur yaitu keterlibatan negara dalam suatu pola kerjasama, adanya pertemuan-pertemuan secara berkala, dan adanya staf yang bekerja sebagai pegawai sipil internasional (internasional civil servant).

Clive dalam bukunya International Organization menyebutkan organisasi internasional berasal dari dua kata yaitu oeganisasi dan internasional. Kata internasional diartikan dalam beberapa makna. Pertama, intergovernmental yang berarti interstate atau hubungan antar wakil resmi dari negara-negara yang berdaulat. Kedua, aktivitas antara individu-individu dan kelompok-kelompok di negara lain serta juga hubungan intergovernmental untuk mengajar kepentingan bersama para anggotanya.

T. May Rudy dalam bukunya yang berjudul Administrasi dan Organisasi Internasional menyatakan organisasi internasional adalah pola kerjasama yang melintasi batas-batas negara, dengan didasarkan struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antar pemerintah dan pemerintah maupun antar sesama kelompok non pemerintah pada negara yang berbeda.

Setiap organisasi internasional dibentuk untuk melaksanakan fungsinya sesuai dengan tujuan pendirian organisasi internasional tersebut oleh para anggotanya. Adapun fungsi dan peran organisasi internasional yaitu:
  1. Tempat berhimpun bagi Negara-Negara anggota bila Organisasi Internasional itu IGO (antar Negara/Pemerintah) dan bagi kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat apabila Organisasi Internasional masuk kategori INGO (Non Pemerintah).
  2. Untuk menyusun atau merumuskan agenda bersama (yang menyangkut kepentingan semua anggota) dan memprakarsai berlangsungnya perundingan untuk menghasilkan perjanjian-perjanjian Internasional.
  3. Untuk menyusun dan menghasilakan kesepakatan mengenai aturan/norma atau rejim-rejim Internasional.
  4. Penyedia saluran untuk berkomunikasi di antara sesama anggota dan ada kalanya merintis akses komunikasi bersama dengan non anggota bisa dengan negara lain yang bukan Negara anggota dan bisa dengan Organisasi Internasional lainnya.
  5. Penyebarluasan informasi yang bisa dimanfaatkan sesama anggota.
Secara garis besar oraganisasi internasional terbagi menjadi dua yaitu: 1. Organisasi yang dibentuk dan didirikan olah pemerintah-pemerintah, yaitu Intern Govermental Organization (IGO). Contohnya: PBB, ASEAN, UNI EROPA dan lain-lain. 2. Organisasi yang dibentuk dan didirikan oleh non pemerintah. Contohnya FIFA, UEFA, IOC dan lain-lain.

Daftar Pustaka:
  • Ig. Wursanto, Dasar-dasar dan ilmu organisasi, Yogyakarta, Penerbit Andi, 2002, hal 4.
  • Ade Maman, Seherman, Organisasi internasional dan integrasi ekonomi regional dalam perspektif hukum dan globalisasi, Jakarta, Ghalia Indonesia, 2003, hal 49.

Saturday, 15 October 2016

Landasan Teori Kebangkrutan

A. Pengertian Kebangkrutan

Istilah "pailit" dijumpai dalam perbendaharaan bahasa Belanda, Perancis, Latin dan Inggris. Dalam bahasa Perancis, istilah "failite" artinya pemogokan atau kamcetan dalam melakukan pembayaran. Orang yang mogok atau macet atau berhenti membayar hutangnya disebut dengan Le falli. Di dalam bahasa Belanda dipergunakan istilah faillit yang mempunyai arti ganda yaitu sebagi kata benda dan kata sifat. Sedangkan dalam bahasa inggris dipergunakan istilah to fail, di dalam bahasa latin dipergunakan istilah failire. Di Negara-negara yang berbahasa Inggris, untuk pengertian pailit dan kepailitan dipergunakan istilah "bankrupt" dan "bankruptcy".

Pengertian dari Black's Law Dictionary pailit adalah ketidak mampuan untuk membayar dari seseorang (debitur) atas hutang-hutangnya yang telah jatuh tempo. Ketidak mampuan untuk membayar tersebut diwujudkan dalam bentuk tidak dibayarnya utang meskipun telah ditagih dan ketidak mampuan tersebut harus disertai dengan proses pengajuan kepengadilan baik atas permintaan debitor itu sendiri maupun atas permintaan seseorang atau lebih kreditornya. Selanjutnya pengadilan akan memeriksa dan memutuskan tentang ketidak mampuan seorang debitor.

Menurut Toto (2011:332), kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya tidak muncul begitu saja di perusahaan, ada indikasi awal dari perusahaan tersebut yang biasanya dapat dikenali lebih kalau laporan kauangan dianalisis secara lebih cermat dengan suatu cara tertentu. Rasio keuangan dapat digunakan sebagai indikasi adanya kebangkrutan di perusahaan.

Kebangkrutan sebagai suatu yang terjadi pada sebuah perusahaan didefinisiikan dalam beberapa pengertian menurut Martin dalam Fahkrurozie (2007:15) yaitu:

a. Kegagalan ekonomi (Economic Distressed)

Kegagalan dalam ekonomi artinya bahwa perusahaan kehilangan uang atau pendapatan perusahaan tidak mampu menutupi biayanya sendiri, ini berarti tingkat labanya lebih kecil dari biaya modal atau nilai sekarang dari arus kas perusahaan lebih kecil dari kewajiban. Kegagalan terjadi bila arus kas sebenarnya dari perusahaan tersebut jauh dibawah arus kas yang diharapkan.

b. Kegagalan Keuangan (Financial Distressed)

Pengertian finansial distressed mempunyai makna kesulitan dana baik dalam arti dana dalam pengertian kas atau dalam pengertian modal kerja. Sebagai asset liability management sangat berperan dalam pengaturan untuk menjaga agar tidak terkena financial distressed. Kebangkrutan akan cepat terjadi pada perusahaan yang berada di negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, karena kesulitan ekonomi akan memicu semakin cepatnya kebangkrutan perusahaan yang semakin tadinya sudah sakit kemudian menjadi sakit dan bangkrut.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut, bahwa kebangkrutan merupakan kondisi perusahaan yang tidak sehat dalam melanjutkan usahanya dikarenakan ketidak mampuan dalam bersaing sehingga mengakibatkan penurunan profitabilitas.

B. Sumber-Sumber Informasi Prediksi Kebangkrutan

Menurut Hanafi (2003:264) kebangkrutan yang terjadi sebenarnya dapat diprediksi dengan melihat beberapa indikator-indikator, yaitu:
  1. Analisis aliran kas untuk saat ini atau masa mendatang.
  2. Analisis tragedi perusahaan, yaitu analisis yang memfokuskan pada persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.
  3. Struktur biaya relatif terhadap persaingan.
  4. Kualitas manajemen.
  5. Kemampuan menajemen dalam mengendalikan biaya.
Menurut Darsono dan Ashari (2005:105) menyatakan bahwa terdapat beberapa indikator yang bisa dijadikan panduan untuk menilai kesulitan keuangan yang akan diterima oleh perusahaan. Indikator pertama adalah informasi arus kas sekarang dan arus kas untuk periode mendatang. Informasi arus kas memberikan gambaran sumber-sumber dan penggunaan kas perusahaan. Sumeber yang kedua adalah dari analisi dan posisi dan strategi dibandingkan dengan pesaing. Informasi ini memberikan gambaran posisi perusahaan dalam menjual produk atau jasanya untuk menghasilkan kas.  Indikator lain yang bisa digunakan untuk menilai kebangkrutan perusahaan adalah suatau formula yang dicetuskan oleh Edward Altman yang disebut dengan rumus Altman Z-Score.

Dari teori yang dikemukakan oleh pendapat para ahli diatas adalah sumber yang menggambarkan posisi perusahaan dalam persaingan yang dihadapi oleh perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam menjual produk atau jasanya untuk menghasilkan kas perusahaan.

C. Faktor Penyebab Kebangkrutan

Peruasahaan yang berada pada Negara sedang mengalami kesulitan ekonomi akan lebih cepat mengalami kebangkrutan, karena kesulitan ekonomi akan memicu semakin cepatnya perusahaan yang pada awalnya sudah sakit akan menuju kebangkrutan. Perusahaan yang belum sakit pun akan mengalami kesulitan dalam pemenuhan dana untuk kegiatan operasional perusahaan akibat adanya krisis ekonomi tersebut. Namun demikian, proses kebangkrutan sebuah perusahaan tentu saja tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi saja, tetapi bisa juga disebabkan oleh faktor lain yang sifatnya non ekonomi.

Menurut Darsono dan Ashari (2005:104) mendeskripsikan bahwa secara garis besar penyebab kebangkrutan bisa dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari bagian internal manajemen perusahaan. Sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari faktor luar yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan atau faktor perekonomian secara makro . Faktor internal yang bisa menyebabkan kebangkrutan perusahaan meliputi:
  1. Manajemenyang tidak efisien akan mengakibatkan kerugain terus-menerus yang pada akhirnya menyebabkan perusahaan tidak dapat membayar kewajiban. Ketidak efisien ini diakibatkan oleh pemborosan dalam biaya, kurangnya keterampilan dan keahlian manajemen.
  2. Ketidak seimbangan dalam modal yang dimiliki dengan jumlah piutang-hutang yang dimiliki. Hutang yang terlalu besar akan mengakibatkan biaya bunga yang besar sehingga memperkecil laba bahkan bisa menyebabkan kerugian. Piutang yang terlalu besar juga akan merugikan karena aktiva yang menganggur terlalu banyak sehingga tidak menghasilkan pendapatan.
  3. Adanya kecurangan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan bisa mengakibatkan kebangkrutan. Kecurangan ini bisa berbentuk manajemen yang korup ataupin membrikan informasi yang salah pada pemegang saham atau investor. 
Sedangkan faktor eksternal yang bisa mengakibatkan kebangkrutan berasal dari faktor yang berhubungan langsung dengan perusahaan meliputi pelanggan, supplier, debitor, kreditor, pesaing ataupun dari pemerintah. Sedangkan faktor eksternal yang tidak berhubungan langsung dengan perusahaan meliputi kondisi perekonomian secara makro ataupun faktor persaingan global. Faktor-faktor eksternal yang bisa mengakibatkan kebangkrutan adalah:
  1. Perubahan dalam keuangan pelanggan yang tidak diantisipasi oleh perusahaan yang mengakibatkan pelanggan lari sehingga terjadi penurunan dalam pendapatan. Untuk menjaga hal tersebut perusahaan harus selalu mengantisipasi kebutuhan pelanggan dengan menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  2. Kesulitan bahan baku karena supplier tidak dapat memasok lagi kebutuhan bahan baku yang digunakan untuk produksi. Untuk mengantisipasi hal tersebut perusahaan harus selalu menjalin hubungan baik dengan supplier dan tidak menggantungkan bahan baku pada satu pemasok sehingga resiko kekurangan bahan baku dapat diatasi.
  3. Faktor debitor juga harus diantisipasi untuk menjaga agar dabitor tidak melakukan kecurangan dengan mengemplang hutang. Terlalu banyak piutang yang diberikan debitor dengan jangka waktu pengambilan yang lama akan mengakibatkan banyak aktiva menggur yang tidak memberikan penghasilan sehingga mengakibatkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan harus selalu memonitor piutang yang dimiliki dan keadaan debitor supaya bisa melakuakn perlindungan dini terhadap aktiva perusahaan.
  4. Hubungan tidak harmonis dengan kreditor juga bisa berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Apalagi dalam Undang-Undang no. 4 tahun 1998, kreditor bisa memailitkan perusahaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan harus bisa mengelola hutangnya dengan baik dan juga membina hubungan baik dengan kreditor.
  5. Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan agar selalu memperbaiki diri sehingga bisa bersaing dengan perusahaan lain dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Semakin ketatnya persaingan menuntut perusahaan agar selalu memperbaiki produk yang dihasilkan, memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi pelanggan.
  6. Kondisi perekonomian secara global juga harus diantisipasi oleh perusahaan. Dengan semakin terpadunya perekonomian dengan negara-negara lain, perkembangan perekonomian global juga harus diantisipasi oleh perusahaan.
  Dari teori yang dikemukakan diatas maka faktor penyebab kebangkrutan adalah faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu kebangkrutan yang dialami oleh perusahaan yang kondisi keuangannya tidak sehat, baik itu faktor ekonomi, internal dan eksternal.

D. Prediksi Kebangkrutan

Menurut Darsono dan Ashari (2005:105) mengemukakan bahwa kemampuan dalam memprediksi kebangkrutan akan memberikan keuntungan banyak pihak, terutama pada kerditor dan investor. Kemudian prediksi kebangkrutan juga berfungsi untuk memberikan panduan bagi pihak-pihak tentang kinerja keuangan perusahaan apakah akan mengalami kesulitan keuangan atau tidak dimasa mendatang. Maka, sebagai pihak yang berada di luar perusahaan, investor sebaiknya memiliki pengetahuan tentang kebangkrutan sehingga keputusan yang diambil tidak akan salah. Salah satu indikator yang bisa dipakai untuk mengetahui tingkat kebangkrutan adalah indikator keuangan. Prediksi kesulitan keuangan salah satunya dikemukakan oleh seorang profesor di New York University bernama Edward Altman yang disebut dengan Altman Z-Score. Rumus Z-Score ini menggunakan komponen laporan keuangan sebagai alat prediksi terhadap kemungkinan bangkrut tidaknya perusahaan.

Daftar Pustaka:
  •  Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman praktis memahami laporan keuangan, Andi, Yogyakarta.
  • Toto, Prihadi. 2011. Analisis laporan keuanagn teori dan aplikasi, PPM. Jakarta.
  • M. Mamduh Hanafi, dan Abdul Halim. 2003. Analisis laporan keuangan, Unit Penerbit dan Percetakan AMP-YKPN. Yogyakarta.




 

Klasifikasi Dan Morfologi Kacang Hijau

Klasifikasi Dan Morfologi Kacang Hijau

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) merupakan tanaman palawija yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Di Indonesia, kacang hijau menjadi produk penting dalam golongan kacang-kacangan setelah kedelai dan kacangtanah. Kacang hijau dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Oleh karena itu peningkatan produksi kacang hijau harus diupayakan secara maksimal (Cahyono, 2008).


Kacang hijau yang disebut juga mung bean, green gram, atau golden gram merupakan tanaman leguminoceae peringkat ketiga yang dikembangkan di Indonesia. Tanaman ini mempunyai potensi pasar yang cukup menjanjikan karena masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Bentuk komoditasnya sebagai biji merupakan salah satu keuntungan yang bisa di simpan dengan mudah dan tahan lama. Hampir semua negara di dunia membutuhkan kacang hijau untuk berbagai macam keperluan. Yang dibutuhkan sekarang tinggal kejelian para petani produsen kacang hijau dalam memanfaatkan peluang tersebut (Andrianto dan Indarto, 2004). 

Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau

Klasifikasi Kacang Hijau
Kingdom Plantae
Divisio Spermatophyta 
Sub Divisio Angiospermae 
Kelas   Dicotyledoneae  
Ordo    Rosales 
Famili  Papilionaceae  
Genus  Phaseolus  
Species  Phaseolus radiatus L. 
Morfologi Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau termasuk famili Leguminosae yang banyak varietasnya. Susunan morfologi kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan nitrogen (N) sehingga menyuburkan tanah ( Rukmana, 1997).

Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan cabang menyamping pada batang utama, berbentuk bulat dan berbulu warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu (Adrianto dan Indarto, 2004). Batang tanaman kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu, bewarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadap-hadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 30 cm-110 cm dan cabangya menyebar kesegala arah (Rukmana, 1997).

Daunya terdiri dari tiga helaian trifolia dan letaknya berseling-seling. Tangkai daunya lebih panjang dari daunya dengan warna hijau muda sampai hijau tua (Andrianto dan Indarto, 2004). Kacang hijau merupakan tanaman berumur pendek biasanya berbunga antara 30-70 hari. Bunganya besar berdiameter 1-2 cm, kehijau-hijauan sampai kuning cerah, steril sendiri, terletak pada tandan ketiak yang tersusun atas 5-25 kuntum bunga panjang tandan bunga 2-20 cm (Somaatmadja, 1993).

Bunga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kucing pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari sudah layu (Purwono dan Hartono, 2005).

Polongnya menyebar dan menggantung berbentuk silinder panjangya mencapai 15 cm, sering kali lurus, berbulu atau tanpa bulu berwarna hitam atau coklat soga (tawny brown) berisi sampai 20 butir biji yang bundar sampai lonjong. Polong menjadi tua sampai 60-120 hari setelah tanam. Perontokan bunga banyak terjadi dan mencapai angka 90% (Somaatmadja, 1993).

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek/berbulu (Purwono dan Hartono,2005).

Biji bewarna hijau atau kuning , seringkali coklat atau kehitam-hitaman, memiliki kilap (lustre) yang kusam atau berkilat (diasosiasikan dengan sisa-sisa dinding polong) hilumnya pipih dan putih. Perkecambahanya epigeal (Somaatmadja, 1993).

Daftar Pustaka
  • Andrianto, T.T. dan Indarto,N., 2004. Budidaya dan Analisis Tani Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Panjang. Absolut. Yogjakarta. Hal : 93 
  • Cahyono. 2008. Kacang Hijau : Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Aneka Ilmu. Semarang. 122 hlm.
  • Purwono Dan R.Hartono.2005.Seri Agribisnis: Kacang Hijau. Penerbit Penebar Swadaya; Jakarta.
  • Rukmana, R., 1997. Kacang Hijau Budidaya dan Pasca Panen. Kanisius, Yogjakarta. Hal : 34, 35.
  • Somaatmadja, S., 1993. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 1 Kacang-Kacangan. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Hal : 89.
  • Gambar dari:http://www.biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=2936&judul=Kacang-Ijo

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kubis

Klasifikasi Dan Morfologi Kubis

Kubis (B. oleracea) merupakan sayuran daun utama di dataran tinggi bahkan merupakan sayuran terpenting di Indonesia disamping kentang dan tomat. Kubis dwi-musim telah ada sejak Perang Dunia II dan ditanam di daerah pegunungan dan benihnya selalu didatangkan dari luar negeri, terutama dari Eropa, khususnya Nederland. Kelangkaan benih impor dari Nederland menjadikan benih kubis didatangkan dari Taiwan, lalu menyebar dari daerah Tawangmangu ke daerah Kopeng dan Ngablak di Salatiga serta di sepanjang jalur Kopeng-Wonosobo (Permadi dan Sastrosiswojo, 1993). 

 
Klasifikasi Tanaman Kubis 

Klasifikasi Kubis
KingdomPlantae
Divisio Spermatophyta 
Subdivisio  Angiospermae
Kelas  Dicotyledonae
Ordo Papavorales
Famili Cruciferae (Brassicaceae)
Genus Brassica 
Spesies  Brassica oleracea L.
Morfologi Tanaman Kubis

Akar

Tanaman memiliki akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang tumbuh ke pusat Bumi (ke arah dalam), sedangkan akar serabut tumbuh kearah samping (horizontal), menyebar dan dangkal (20 cm-30 cm). Dengan perakaran yang dangkal tersebut, tanaman akan tumbuh cukup baik apabila ditanam pada tanah yang gembur dan poros.

Batang

Batang tanaman kubis bunga tumbuh tegak dan pendek (± 30 cm). Batang tersebut berwarna hijau, tebal dan lunak namun cukp kuat. Batang tanaman tidak bercabang, batang tanaman tersebut halus tidak berambut, dan tidak begitu tampak jelas karena tertutup oleh daun-daun.

Daun

Daun kubis bunga berbentuk bulat telur (oval) dengan bagian tepi daun bergeri, agak panjang seperti daun tembakau dan membentuk celah-celah yang menyirip agak melengkung kedalam. Daun tersebut berwarna hijau dan tumbuh berselang seling pada batang tanaman. Daun memiliki tangkai agak panjang dengan pangkal daun yang menebal dan lunak. Daun-daun yang tumbuh pada pucuk batang sebelum masa bunga terbentuk, berukuran kecil dan melengkung kedalam melindungi bunga yang sedang atau baru mulai tumbuh.

Bunga

Bunga tanaman merupakan kumpulan massa bunga yang berjumlah banyak. Bunga tanaman tersebut tersusun dari kuntum-kuntum bunga yang berjumlah dari 5.000 kuntum bunga yang bersatu membentuk bulatan yang tebal serta padat (kompak). Pada kubis bunga (kol bunga), bunga tersebut bervariasi sesuai dengan varietasnya. Ada yang memiliki masa bunga dengan warna putih bersih, namun adapula yang memiliki warna putih kekuningan. Kubis bunga bunga memiliki berat antara 0,5 kg-1,3 kg dengan diameter 20 cm atau lebih, tergantung pada varietasnya. Kubis bunga memilki tangkai bunga yang berwarna hijau muda hingga hijau.Bunga pada kubis bunga merupakan bagian yang paling penting dari tanaman, yang dikonsumsi sebagai sayuran yang bergizi tinggi. Apabila dibiarkan tumbuh terus (tanpa dipanen), maka bunga pada tanaman kubis tersebut memanjang menjadi tangkai bunga yang penuh dengan kuntum bunga. Setiap bunga memiliki 4 helai daun kelopak, 4 helai daun mahkota, dan 6 helai benang sari.

Buah

Tanaman kubis bunga dapat menghasilkan buah yang mengandung banyak biji. Buah tersebut terbentuk dari hasil penyerbukan sendiri ataupun penyerbukan silang dengan bantuan serangga lebah madu. Buah berbentuk polong, berukuran kecil, dan ramping, dengan panjang antara 3 cm-5 cm. Di dalam buah tersebut terdapat biji berbentuk bulatkecil, berwarna coklat kehitam-hitaman. Biji-biji tersebut dapat dipergunakan sebagai benih perbanyakan tanaman.

Tanaman kubis bunga termasuk dalam golongan tanaman sayuran semusim atau berumur pendek. Tanaman tersebut hanya dapat berproduksi satu kali dan setelah itu mati. Pemanen kubis bunga dapat dilakukan pada umur 40-50 hari setelah pindah tanam,tergantung pada varietasnya. Tanaman kubis bunga berbentuk perdu dan perakaran dangkal (Harjono, 1996). 

Pertumbuhan vegetatif kubis terhenti apabila ditandai dengan terbentuknya krop atau telur (head) pada kubis. Krop atau telur sebenarnya adalah daun-daun 35 yang tumbuh secara menyatu dan memadat serta kompak dari luar ke dalam. Daun-daun tersebut saling menutupi atau melindungi satu sama lain menjadi satuan yang kompak hingga daun berwarna putih berseri (Ashari, 1995).

Daftar Pustaka:
  • Ashari. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta.
  • Harjono, I. 1996. Kubis Bunga. C.V.Aneka. Solo.
  • Permadi, A.H., dan S.Sastrosiswojo.1993. Kubis. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Hortikultura. Lembang.

Pengertian Karakteristik Siswa

A. Pengertian Karakteristik Siswa

Karakteristik siswa merupakan salah satu variabal dari kondisi pengajaran. Variable ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa. Aspek-aspek ini bisa berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir, dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya. Karakteristik siswa akan sangat mempengaruhi dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa (Uno, 2010:158).

Karakteristik siswa merupakan ciri atau sifat dan atribut yang melekat pada siswa yang menggambarkan kondisi siswa, misalnya kemampuan akademis yang telah dimiliki, gaya dan cara belajar serta kondisi sosial ekonomi (Pribadi, 2009:211).

Karakteristik siswa merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya.

a. Aspek Psikologis Siswa

1. Inteligensi

Inteligensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Inteligensi sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar (Slameto, 2003:56).

2. Perhatian

Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju pada suatu objek atau sekumpulan objek. Untuk menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan belajar tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak suka belajar (slameto, 2003:56).

3. Minat

Minat adalah kecendrungan yang tepat untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan secara terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaranyang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya terik baginya. Jika terdapat seswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan menarik bagi kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu (Slameto, 2003:57).

4. Bakat

Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu akan baru terealisasikan menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Bakat itu sangat mempengaruhi belajar. Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena siswa labih senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu (Slameto, 2003:57-58).

5. Motif

Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak/pendorongnya.

Dalam belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berbikir dan memutuskan perhatian, merencanakan, dan melaksanankan kegiatan yang berhubungan untuk menunjang pelajaran (Slameto, 2003:59).

6. Kematangan

Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum bearti anak melaksanakan kegiatan secara terus menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran. Deangan kata lain anak yang sudah siap belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajara (Slameto, 2003:59).

7. Kesiapan

Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan , karena kematangan bearti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik (Slameto, 2003:59).

b. Gaya Belajar

Gaya belajar merupakan sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan bagi siapapun dalam melaksanakan tugas belajarnya baik dirumah, di masyarakat, terutama di sekolah. Siapapun dapat belajar dengan lebih mudah, ketika ia menemukan gaya belajar yang cocok dengan dirinya sendiri.

Untuk itu secara ringkas kita akan menjelaskan beberapa tipe atau gaya belajar anak atau manusia pada umumnya adalam menimba ilmu sebagai alat pembentuk karakter dan kecerdasan terbaik bagi buah hati sebagaimana akan dipaparkan di bawah ini:

1. Auditori (learning by hearing)

Auditori adalah belajar dengan gaya mendengarkan guru yang mengajarkan suatu pelajaran. Ciri dari anak belajar dengan gaya belajar ini adalah anak sangat suka belajar melalui ceramah, diskusi, dan pembacaan pelajaran dengan jelas dan suara keras.

Gaya belajar auditori merupakan kecendrungan untuk mempelajari meteri pelajaran melalui indera pendengaran (Pribadi, 2009:211).

Gaya belajar auditori gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Ada beberapa karakteristik yang khas bagi orang yang menyukai belajar ini, sebagai berikut:
  • Semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran.
  • Memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung.
  • Memiliki kesulitan menulis atau membaca (Uno, 2010:181-182).
Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk belajar, bisa menggunakan tape perekam sebagai alat bantu, dilakukan dengan wawancara atau terlihat dalam kelompok diskusi (Uno, 2010:182).

2. Visual (learning by seeing)

Visual adalah strategi belajar dengan menggunakan indera penglihatan atau melihat. Anak yang belajar dengan gaya belajar ini dapat belajar dengan baik dan tertib serta mengingat dengan baik jika proses pembelajaran itu dengan melihat gambar, peta, tabel, infokus, serta materi pelajaran secara langsung.

Gaya belajar visual merupakan kecendrungan untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui indera penglihatan (Pribadi, 2009:211).

Gaya belajar seperti ini menjelaskan bahwa kita harus melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakterisrik yang khas bagi orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini, sebagai berikut:
  • Kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya.
  • Memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
  • Memiliki cukup pemahaman yang cukup terhadap masalah artistic.
  • Memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung.
  • Terlalu reaktif terhadap suara.
  • Sulit mengikuti anjuran secara lisan.
  • Seringkali salah menginterprestasikan kata atau ucapan (Uno, 2010:181).
Untuk mengatasi ragam masalah di atas, salah satunya adalah menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis itu biasanya berupa film, slide, gambar ilustrasi, kartu bergambar (Uno, 2010:181).

3. Kinestetik (learning by doing)

Strategi belajar dengan melakukan (langsung berbuat) artinya dengan langsung melakukan atau setidaknya menggunakan gerakan saat belajar atau mengajarkan suatu meteri pelajaran. Anak sangat senang belajar dengan berusaha mengalami dan mencoba sendiri, serta mengoptimalkan semua indra, seperti indra pengihatan, pendengaran, dan peraba.

Gaya belajar kinestik merupakan kecendrungan melakukan proses belajar sambil melakukan aktifitas (Pribadi, 2009:211).

Dalam gaya belajar ini kita harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar kita bisa mengingatnya. Ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya, sebagai berikut:
  • Menempatkan tangan seagai alat informasi utama agar kita bisa terus mengingatnya.
  • Hanya dengan memegang kita bisa menyarap informasinya tanpa harus membaca penjelasannya.
  • Termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran.
  • Merasa bisa belajar lebih baik apabila disertai dengan kegiatan fisik.
  • Orang yang memiliki gaya belajar ini memiliki kemampuan mengkoordinasi sebuah tim dan kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability) (Uno, 2010:182).
Untuk orang-orang yang memiliki karakteristik seperti di atas pendekatan belajar yang mungkin bisa dilakukan adalah belajar berdasarkan atau melalui pengalaman dengan menggunakan model tau peraga, bekerja dilaboratorium atau bermain sambil belajar (Uno, 2010:182).

Daftar Pustaka:

Pribadi, Benny Agus. 2009. Model desain sistem pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Uno, Hamzah B. 2010. Orientasi baru dalam psikologi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.


Friday, 14 October 2016

Pengertian Model Pembelajaran ASSURE

A. Pengertian Model Pembelajaran ASSURE

Model dapat diartikan sebagai tampilan grafis, prosedur kerja yang teratur atau sistemmatis, serta mengandung pemikiran bersifat uraian atau penjelasan berikut saran (Prawiradilaga, 2009:33).

Model adalah sesuatu yang menggambarkan adanya pola pikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. Model juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mengkonkretkan sebuah teori sekaligus juga merupakan sebuah analogi dan respresentasi dari variabel-variabel yang terdapat didalam teori tersebut (Pribadi, 2009:86).

Model ASSURE ini sudah dicetuskan oleh Heinich, dkk. Sejak tahun 1980-an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hingga sekarang. Satu hal yang perlu dicermati dalam model ASSURE, strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemanfaatan metode, media, bahan ajar dan peran serta peserta didik (Prawiradilaga, 2009:47).

Untuk menciptakan sebuah aktivitas pembelajaran yang efektif, diperlukan adanya sebuah proses perencanaan atau desain yang baik. Demikian pula dengan aktivitas belajar yang menggunakan media dan teknologi. Sharon E.Smaldino, James D. Russel, Robert Heinich, dan Michel Molenda (2005), mengemukakan sebuah model desain pembelajaran yang diberi nama ASSURE. Model ASSURE lebih difokuskan pada perencanaan pembelajaran untuk digunakan dalam situasi pembelajaran di dalam kelas secara aktual. Model desain pembelajaran ini lebih sederhana dari model desain yang lain. Didalam mengembangkan model dessain pembelajaran ASSURE, penulis Smaldino, Russel, Heinich, dan Molenda, mendasari pemikirannya pada pandangan-pandangan Robert M.Gagne (1985) tentang pembelajaran (Pribadi, 2009:110-111). Model ASSURE cukup sederhana untuk dapat diaplikasikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang menarik (Pribadi, 2009:186).

Langkah-langkah dalam model desain pembelajaran ASSURE meliputi beberapa aktivitas, yaitu:

a. Analyze Learner

Langkah awal yang perlu dilakukan dalam menerapkan model ini adalah mengidentifikasi karakteristik siswa yang akan melakukan aktifitas pembelajaran. Pemahaman yang baik akan karakteristik siswa akan sangat membantu siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Analis terhadap karakteristik siswa meliputi beberapa aspek penting, yaitu karakteristik umum, kompetensi spesifik yang telah dimiliki sebelumnya dan gaya belajar siswa (Pribadi, 2009:113).

b. State Objective

Langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang bersifat spesifik. Tujuan pembelajaran dapat diperoleh dari silabus atau kurikulum, infomasi yang tercatat dalam buku teks, atau dirumuskan sendiri oleh perancang. Tujuan pembelajaran merupakan rumusan atau pernyataan yang medeskripsikan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh siswa setelah menempuh proses pembelajaran.

Selain menggambarkan kompetensi yang perlu dikuasai oleh siswa, rumusan tujuan pembelajaran juga mendeskripsikan kondisi yang diperlukan oleh siswa untuk menunjukan hasil belajar yang telah dicapai dan tingkat penguasaan siswa terhadap pengetahuan dan keterampilan yang diketahui (Pribadi, 2009:113-114).

c. Select Method, Media and Materials

Langkah berikutnya adalah memilih metode, media dan bahan ajar yang akan digunakan. Ketiga komponen ini berperan penting dalam membantu siswa mancapai tujuan pembelajaran yang telah digariskan.

Pemilihan metode, media dan bahan ajar yang tepat akan mampu mengoptimalkan hasil belajar siswa dan membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran. Dalam memilih metode, media dan bahan ajar yang akan digunakan, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan, yaitu memilih media dan bahan ajar yang ada, memodifikasi bahan ajar yang telah tersedia dan memproduksi bahan ajar baru (Pribadi, 2009:114).

d. Utilize Materials

Langkah selanjutnya adalah menggunakan ketiganya dalam kegiatan pembelajaran. sebelum menggunakan metode, media dan bahan ajar, instruktur atau perancang terlebih dahulu perlu melakukan uji coba untuk memastikan bahwa ketiga komponen tersebut dapat berfungsi efetif untuk digunakan dalam situasi yang sebenarnya.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan kelas dan sarana pendukung yang diperlukan untuk dapat menggunakan metode, media dan bahan ajar yang dipilih (Pribadi, 2009:114-115).

e. Requires Learner Participation

Proses pembelajaran memerlukan keterlibatan mental siswa secara aktif dengan materi dan substansi yang sedang dipelajari. Pemberian latihan merupakan contoh cara melibatkan aktivitas mental siswa dengan meteri yang dipelajari.

Siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran akan dengan mudah mempelajari materi pembelajaran. Setelah aktif melakukan proses pembelajaran, pemberian umpan balik berupa pengetahuan tentang hasil belajar akan memotivasi siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi (Pribadi, 2009:114).

f. Evaluate 

Setelah mendesain aktivitas pembelajaran maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah evaluasi. Tahap evaluasi dalam model ini dilakukan untuk menilai efektifitas pembelajaran dan juga hasil belajar siswa. Proses evaluasi terhadap semua komponen pembelajaran perlu dilakukan agar dapat memper oleh gambaran yang lengkap tentang kualitas sebuah program pembelajaran (Pribadi, 2009:116).
Beberapa manfaat dari model desain pembelajaran ASSURE adalah sebagi beikut:
  1. Sederhana, relative mudah untuk diterapkan.
  2. Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.
  3. Komponen kegiatan belajar mengajar lengkap.
  4. Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan kegiatan belajar mengajar (Prawiradilaga, 2009:48).
Daftar pustaka:

Pribadi, Benny Agus. 2009. Model desain sistem pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.
Prawiradilaga, Dewi Salma. 2009. Prinsip desain pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group.


Klasifikasi Dan Morfologi Bayam

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bayam

Bayam (Amaranthus sp.) merupakantanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan C4 yang mampu mengikat gas CO2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi yang tinggi pada beragam ekosistem. Bayam memiliki siklus hidup yang relatif singkat, umur panen tanaman ini 3-4 minggu. Sistem perakarannya adalah akar tunggang dengan cabang-cabang akar yang bentuknya bulatpanjang menyebar ke semua arah. Umumnya perbanyakan tanaman bayam dilakukan secara generatif yaitu melalui biji (Hadisoeganda, 1996).


Bayam (Amaranthus sp) merupakan sayuran yang telah lama dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh petani di seluruh wilayah Indonesia. Negara Indonesia, bayam dikenal dalam banyak nama lokal, seperti bayam (Aceh), tarnyak, tarnak (Madura), nadu (Bima), bayem (Jawa), senggang bener (Sunda), dan utapaine (Ambon). Dalam istilah asing seperti di Inggris, bayam disebut african spinach, indian spinach, di Prancis disebut amarante.

Klasifikasi Tanaman Bayam

Klasifikasi Bayam
KINGDOM                 Plantae
SUB-KINGDOM    Tracheobionta
INFRA KINGDOM    Streptophyta
SUPER DIVISI           Embryophyta
SUB-DIVISI           Spermatophyta
DIVISION                 Tracheophyta
CLASS                    Magnoliophyta
SUB-CLASSES    Caryophyliade
FAMILI                     Amaranthaceae
GENUS                     Spinacia L.
SPESIES                  Spinacia oleracea L.

Morfologi Tanaman Bayam

Akar

Bentuk tanaman bayam adalah terma (perdu), tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 sampai 2 m, berumur semusim atau lebih. Sistem perakaran menyebar dangkal pada kedalaman antara 20-40 cm dan berakar tunggang.

Batang

Batang tumbuh tegak, tebal, berdaging dan banyak mengandung air, tumbuh tinggi diatas permukaan tanah. Bayam tahunan mempunyai batang yang keras berkayu dan bercabang banyak. Bayam kadang-kadang berkayu dan bercabang banyak.

Daun

Daun berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing dan urat-urat daun yang jelas. Warna daun bervariasi, mulai dari hijau muda, hijau tua, hijau keputih-putihan, sampai berwarna merah. Daun bayam liar umumnya kasap (kasar) dan kadang berduri.

Bunga

Bunga bayam berukuran kecil, berjumlah banyak terdiri dari daun bunga 4-5 buah, benang sari 1-5, dan bakal buah 2-3 buah. Bunga keluar dari ujung-ujung tanaman atau ketiak daun yang tersusun seperti malai yang tumbuh tegak. Tanaman dapat berbunga sepanjang musim. Perkawinannya bersifat uniseksual, yaitu dapat menyerbuk sendiri maupun menyerbuk silang. Penyerbukan berlangsung dengan bantuan angin dan serangga.

Biji

Biji berukuran sangat kecil dan halus, berbentuk bulat, dan berwarna coklat tua sampai mengkilap sampai hitam kelam. Namun ada beberapa jenis bayam yang mempunyai warna biji putih sampai merah, misalnya bayam maksi yang bijinya merah. Secara umum bayam dapat tumbuh sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan). Tanaman bayam tidak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit, asalkan kondisi tanah subur, penyiraman teratur, dan saluran drainase lancar. Bayam juga sangat toleran terhadap keadaan yang tidak menguntungkan sekalipun serta tidak memiliki jenis tanah tertentu. Akan tetapi, untuk pertumbuhan yang baik memerlukan tanah yang subur dan bertekstur gembur serta banyak mengandung bahan organik. Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tumbuhnya adalah antara 6-7. Apabila tanaman berada di bawah pH 6, bayam akan merana. Sedangkan di atas pH 7, tanaman akan menjadi klorosis (warnanya putih kekuning-kuningan, terutama pada daun-daun yang masih muda).

Syarat Tumbuh Tanaman Bayam

Tanaman bayam biasanya tumbuh di daerah tropis dan menjadi tanaman sayur yang penting bagi masyarakat di dataran rendah. Bayam merupakan tanaman yang berumur tahunan, cepat tumbuh serta mudah ditanam pada kebun ataupun ladang (Palada dan Chang, 2003). Bayam mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan tumbuh, sehingga dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Hasil panen yang optimal ditentukan oleh pemilihan lokasi penanaman. Lokasi penanaman harus memperhatikan persyaratan tumbuh bayam, yaitu: keadaan lahan harus terbuka dan mendapat mendapat sinar matahari serta memiliki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, memiliki pH 6-7 dan tidak tergenang air (Rukmana, 1995).

Bayam sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan iklim. Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman antara lain: ketinggian tempat, sinar matahari, suhu, dan kelembaban. Bayam dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Ketinggian tempat yang optimum untuk pertumbuhan bayam yaitu kurang dari 1400 m dpl. Kondisi iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayam adalah curah hujan yang mencapai lebihdari 1500 mm/tahun, cahaya matahari penuh, suhu udara berkisar 17-28 derajat C, serta kelembaban udara 50-60% (Lestari, 2009).



Minat Belajar Siswa Adalah

A. Pengertian Minat Belajar Siswa

Minat belajar siswa adalah suatu pencerminan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Seseorang memiliki minat terhadap subjek tertentu cendrung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tertentu (Djamarah, 2008).

Minat adalah kecendrungan yang tepat untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan secara terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaranyang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya terik baginya. Jika terdapat seswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan menarik bagi kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan cita-cita serta kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu (Slameto, 2003:57).

Minat melahirkan perhatian sepontan yang memungkinkan terciptanya konsentrasi untuk waktu yang lama dengan demikian, minat merupakan landasan bagi konsentrasi. Minat bersifat sangat pribadi, orang lain tidak bisa menumbuhkannya dalam diri siswa, tidak dapat memelihara dan mengembangkan minat itu, serta tidak mungkin berminat terhadap sesuatu hal sebagai wakil dari masing-masing siswa (Gie, 1995). Sudarsono (2003), menyatakan bahwa minat merupakan sikap ketertarikan atau sepenuhnya terlibat dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya atau bernilainya kegiatan tersebut. Menurut Poerwadarminta (2003) mengemukakan bahwa minat adalah gairah, keinginan dan kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Sedangkan meurut Dimyati Mahmud, minat adalah sebagai sebab yaitu kekuatan mendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau suatu objek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas. Berdasarkan definisi minat tersebut dapat dikekmukakan bahwa minat mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  1. Minat adalah suatu gejala psikologis.
  2. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subyek karena tertarik.
  3. Adanya perasaan senang terhadap obyek yang menjadi sasaran.
  4. Adanya kemauan atau kecendrungan pada diri subyek untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan. 
Crown and Crow dalam (Djali, 2008:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan daya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda kegiatan, pengalaman, yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya. Dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian (Djaali, 2008:121).

Minat memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajat, anak yang berminat terhadap sesutau kegiatan baik itu bekerja maupun belajar, akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Wiliam Amstrong menyatakan bahwa konsentrasi tidak ada bila tidak ada minat yang memadia, seseorang tidak akan melakukan kegiatan jika tidak ada minat, Lester dan Alice Crow juga menekankan beberapa pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup seseorang.

Dalam Slameto (2003:180), beberapa ahli sependapat bahwa acar yang paling efktif untuk membangkitkan minat pada suatu objek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Tanner & Tanner dalam Slameto menyarankan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat yang baru pada siswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang diberikan dengan bahan pengajaran yang baru. Rooijakkers dalam Slameto (2003:181), berpendapat hal ini dapat pula dicapai dengan cara menghubungkan dengan bahan pengajaran dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan siswa.

Bila usaha-usaha di atas tidak berhasil, pengajar dapat menggunakan insentif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. insentif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seseorang agar melakukan sesuatu tidak mau melakukannya atau yang tidak dilakukannya dengan baik. Dalam studi eksperimental menunjukan bahwa siswa-siswa yang secara teratur dan sistematis akan diberi hadiah karena telah bekerja dengan baik atau karena perbaikan dalam kualitas pekerjannya, cendrung bekerja labih baik daripada siswa yang dimarahi atau dikritik karena pekerjaannya yang buruk atau tidak adanya kemajuan (Slameto, 2003:181).

Minat sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjenuhkan, dalam kenyataannya tidak semua belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri, ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya, temannya, orang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar. Jadi yang dimaksud dari minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menempatkan diri dalam beberapa gejala seperti: gairah, kemauan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu mempunyai ketergantungan pada faktor internal seseorang (siswa) seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan terhadap belajar yang ditunjukan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan dalam belajar. Reber dalam Syah (1995:136) mengemukakan bahwa minat mempunyai ketergantungan pada faktor internal seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan. Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat siswa dalam belajar. Suryabrata (2007) perhatian dalam belajar yaitu pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas seseorang yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek belajar. Kemampuan yaitu kondisi dimana seorang siswa cendrung untuk melakuka suatu aktivitas tanpa adanya paksaan. Siswa yang memiliki keinginan yang kaut untuk mempelajari suatu hal, maka dia akan berusaha untuk mencari pengetahuan yang lebih terhadap sesuatu itu. Suryabrata (2007) kebutuhan (motif) yaitu keadaan dalam diri pribadi seseorang siswa yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. kebutuhan ini hanya dapat dirasakan sendiri oleh seorang individu. Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya.

Menurut teori minat diatas, penulis menyimpulkan minat adalah kecendrungan dimana seseorang selalu memperhatikan kegiatan yang dilakukannya secara  terus menerus dengan rasa senang. Minat muncul jika seseorang memiliki suatu perhatian, kebutuhan, ketertarikan, kemauan, dan kesenangan dalam menjalankan atau mengikuti suatu kegiatan.

Daftar Pustaka:

Djaali. 2008. Psikolog pendidikan. Jakarta. Bumi Akasara.
Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi belajar dan mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.


 

Total Pageviews

Kategori