Sunday, 29 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Tebu

Klasifikasi dan Morfologi Tebu

Tebu merupakan tanaman semusim yang di jadikan tanaman industri perkebunan yang memiliki keunikan sebab bagian batang tebu mengandung zat gula. Tebu termasuk tanaman jenis rumput-rumputan yang hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis serta keadaan suhu udara sedang sampai panas.

Karena memiliki kandungan zat gula, tanaman tebu dibudidayakan untuk bahan baku pembuatan gula dan vetsin. Setelah melalui proses pengolahan di dalam pabrik akan menghasilkan butiran-butiran kristal putih sehingga sering disebut juga gula putih atau gula pasir.

Menurut beberapa ahli mengatakan bahwa tebu berasal dari India, namun ada pula yang memiliki pendeapat lain bahwa tebu berasal dari Papua.

Klasifikasi Tanaman Tebu

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Trachebionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magniliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L

Morfologi Tanaman Tebu

Akar Tebu

Tanaman tebu berakar serabut yang dapat tumbuh hingga satu meter. Terdapat dua perbedaan perakaran tanaman tebu yaitu: akar stek dan akar tunas. Akar stek, merupakan perakaran yang hanya tumbuh pada batang stek tanaman tebu muda bersifat tidak berumur panjang. Sedangkan akar tunas tumbuhnya dari tunas batang, berumur panjang selama tanaman masih hidup.

Batang Tebu

Batang tanaman tebu berbentuk bulat, tinggi dan ramping, serta tidak memiliki cabang. Ukuran tinggi batang sekitar antara 3-5 meter bahkan bisa lebih. Batang tebu dilapisin kulit yang sangat keras dengan berbagai warna seperti hijau, kuning, ungu, dan merah tua.

Pada bagian permukaan kulit tebu terdapat lapisan lilin. Batangnya memiliki ruas-ruas dan buku-buku yang menjadi tempat kedudukan daun. Pada bagian ketiak daun terdepat mata tunas yang dapat disetek untuk keperluan bahan tanam tanaman tebu.

Daun Tebu

Daun tebu merupakan daun tidak lengkap, karena tidak memiliki tangkai daun hanya pelepah dan beberapa helaian daun. Daun tanaman tebu dapat tumbuh mencapai panjang 1-2 meter. Daun tebu berwarna hijau muda hingga hijau tua, terdapat garis-garis yang memanjang, dan memiliki lapisan bulu-bulu kasar. Daun tanaman tebu tubuhnya dari ketiak daun.

Bunga Tebu

Tanaman tebu memiliki bunga majemuk, yang tersusun darai beberapa malai. Bagian-bagian bunga seperti kelopak daun berjumlah 3, satu daun mahkota, benang sari berjumlah 3, dan kepala putik berjumlah 2. Bunga tanaman tebu memiliki panjang sekitar 70-90 cm. Bunga tanaman tebu sangat rentan beguguran ketika masih muda atau dalam proses pertumbuhan sehingga bunga tersebut jarang terlihat oleh mata.

Klasifikasi dan Morfologi Vanili

Klasifikasi dan Morfologi Vanili

Vanili merupakan jenis tanaman tahunan yang termasuk kedalam suku orchideceae dengan beraneka ragam jenis (lebih dari 1500 jenis). Tanaman vanili berasal dari negara Meksiko, yang dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian.

Tanaman vanili memiliki nilai ekonomi tinggi karena bermanfaat bagi umat manusia. Polong dari tanaman vanili akan diekstrak menjadi bubuk vanili yang dapat dimanfaatkan menjadi pengharum makanan. Bubuk vanili yang dicampurkan ke dalam makanan akan meningkatkan citarasa dan aroma yang khas.

Klasifikasi Tanaman Vanili

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tacheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliopsida
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Vanilla
Spesies : Vanilla planifolia, Andrew

Morfologi Tanaman Vanili

Akar Vanili

Akar tanaman vanili muncul dari ruas batang dan menggantung serta terdapat pula akar yang tersusun di dalam tanah. Akar vanili berserabut tidak tunggang dan kuat tumbuhnya horizontal. Akar vanili berukuran panjang mencapai 1-2 m dengan ketebalan akar rata-rata 3-4 mm. AKar tanaman vanili akan tumbuh menjalar secara horizontal dan menempel pada tempat tumbuhnya. Warna akar putih kotor.

Batang Vanili

Tanaman vanili berbatang silindris, terdapat ruas dan buku-buku berkisar antara 5-15 cm. Batang gemuk dan berair (sukulen), teksturnya lunak, berdiameter 1-2 cm dan berwarna hijau muda sampai tua. Batang tanaman vanili dapat dijadikan sumber tanaman baru dengan cara stek batang. Batang vanili yang disetek akan muncul tunas baru.

Daun Vanili

Tanaman vanili memiliki daun berwarna hijau muda hingga hijau tua, merupakan daun tunggal, berbentuk pipih, tebal berdaging, bentuknya elips hingga lanset. Ukuran daun vanili penjang sekitar 10-20 cm dan lebarnya 5-7 cm. Pada bagian ujung daun meruncing dan pada bagian pangkal daun membulat. Daun vanili memiliki pertulangan yang menjari dan tidak halus. Daun vanili tumbuh secara selang seling pada batang dengan susunan tulang daun sejajar.

Bunga Vanili

Bunga tanaman vanili berwarna putih kehijauan yang tumbuh pada ketiak daun dan bentuknya seperti terompet dan mirip dengan bunga anggrek. Bunga vanili memiliki 6 helai daun tajuk pada setiap kuntumnya. Setiap kuntum bunga memiliki bakal buah beruang tiga yang letaknya di bawah dasar bunga.

Bunga vanili tersusun dalam rangkaian tangkai tandan yang jumlahnya sekitar 15-20 kuntum bunga. Tangkai memiliki ukuran panjang sekktar 5-10 cm dan ukuran panjang bunga sekitar 3-5 cm. Jumlah tandan bunga yang tumbuh pada setiap batangnya sekitar 5 tandan.

Buah Vanili

Setelah proses penyerbukan, bunga akan menjadi buah berbentuk polong, berwarna hijau muda hingga kecoklatan, dan teksturnya lunak berdaging. Pada bagian polong vanili terdapat garis, bersiku tiga lurus memanjang. Setiap polong terdapat biji yang jumlahnya sekitar 5-10 biji bahkan lebih. Biji berbentuk bulat pipih dan oval, berwarna hitam mengkilap, dan keras.

Saturday, 28 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Melon

Klasifikasi dan Morfologi Melon

Melon merupakan tanaman yang menghasilkan buah-buahan yaitu melon yang juga termasuk ke dalam suku labu-labuan atau disebut Cucurbitaceae.

Buah melon sangat terkenal di seluruh dunia termasuk Indonesia. Buah melon biasanya dikonsumsi segar dan juga di olah menjadi minuman segar seperti jus melon dan juga sop buah. Bagian yang dikonsumsi dari buah melon adalah dagiang buahnya yang bertekstur lunak, berwarna putih, kuning sampai merah tergantung kultivar.

Keragaman Genetik Melon

Tanaman melon memiliki banyak keragaman bila dilihat dari bentuk buahnya. Melon memiliki dua subspesies dan sepuluh jenis kultivar seperti :

Subspesies melo

  • Muskmelon (Reticulatus)
  • Cantaloupe (Cantalupensis)
  • Casaba (Inodorus)
  • Pocketmelon (Dudaim)
  • Snakemelon (Flexuosus)
  • Chate (Adzhur)
  • Tibish

Subspesies agrestis

  • Snapmelon (Momordica, Adiculus)
  • Oriental pickling (Conomon)
  • Makuwa

Klasifikasi Tanaman Melon

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis melo L

Morfologi Tanaman Melon

Tanaman melon tumbuh merambat atau menjalar dengan bantuan sulur. Tanaman melon merupakan tanaman semusim atau tahunan dan termasuk ke dalam kelas tumbuhan dikotil.

Akar Melon

Tanaman melon memiliki sistem perakaran tunggang dengan dua bagian seperti akar utama dan akar literal. Bagian akar utama memiliki ukuran mencapai 15-20 cm dari pangkal batang. Sedangkan bagian akar sekunder dengan luas sebarannya mencapai 35-45 cm.

Batang Melon

Batang pada tanaman melon berwarna hijau muda dengan bentuk segi lima berlekuk dengan 3-7 lekukan dan bergaris tengah 8-15 cm. Bagian permukaan batang terdapat lapisan berupa bulu-bulu kasar, selain itu batang melon memiliki buku atau ruas-ruas yang menempel pada tangkai daun.

Daun Melon

Daun pada tanaman melon berwarna hijau berbentuk oval reniformis menjari bersudut lima. Daun berlekuk dengan jumlah lekukan 5-7, diameter 8-15 cm, dan panjang tangkai daun 4-10 cm. Pada daun juga terdapat selur sederhana.

Bunga Melon

Tanaman melon memiliki bunga yang tubuh dari ketiak daun. Bunga tumbuh bergerombol dengan jumlah 3-6 buah. Pada bagian ketiak daun tumbuh bunga jantan yang ditopang dengan tangkai pipih panjang. Pada bunga jantan hanya terdapat mahkota bunga, benang sari dan tidak memiliki bakal buah. Sedangkan bunga betina tumbuh pada ruas percabangan di ketiak daun. Bunga betina memiliki mahkota, putik dan bakal buah. Bungan jantan dan betina akan melakukan penyerbukan dengan bantuan angin atau bantuan manusia akan menghasilkan bakal buah.

Buah Melon

Buah melon berbentuk bulat dan lonjong dengan warna hijau, kuning sampai hijau tua. Bagian dalamnya terdapat daging buah yang berwarna hijau, kuning sampai jingga, dan memiliki biji. Ketebalan kulit buah sekitar 1-2 mm yang keras dan kuat. Pada kulit buah memiliki bagian susunan seperti : epidermis, mesodermis, dan endodermis.

Biji Melon

Biji buah melon berwarna coklat muda dengan ukuran panjang 0,9 mm dan diameter 0,4 mm. Setiap satu buah melon memiliki jumlah biji sekitar 500-600 biji.


Klasifikasi dan Morfologi Laba-Laba

Klasifikasi dan Morfologi Laba-Laba

Laba-laba merupakan jenis hewan yang berbuku-buku. Pada tubuh laba-laba memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tidak bersayap, tidak memiliki mulut mengunyah, serta memiliki jaring perekat.

Hewan berkaki delapan ini dapat hidup dan ditemukan diseluruh dunia kecuali di Antartika. Laba-laba juga dapat hidup disemua hibitat perkecualian kolonisasi di udara dan laut.

Laba-laba memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau disebut juga jenis karnivora. Laba-laba juga terkadang bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Mangsa uatama laba-laba adalah serangga. Laba-laba memiliki bisa yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsanya. Bisa tersebut disuntikan kedalam tubuh mangsanya dengan ke dua taringgya. Ada 200 spesies laba-laba yang bisanya dapat membahayakan manusia.

Laba-laba memiliki benang sutra yang tipis terbuat dari helaian serat protein yang tipis dan sangat kuat. Jaring laba-laba berfungsi untuk membuat jaring sebagai perangkap mangsa, memudahkan berpindah daritempat ketempat lainnya, membuat kantung telur, dan melindungi lubang sarang.

Klasifikasi Laba-Laba

KINGDOM : Animalia
FILUM : Arthropoda
KELAS : Arachnida
ORDO : Araneae
FAMILI : Araneidae
GENUS : Araneus
SPESIES : Araneus diadematus

Morfologi Laba-Laba

Laba-laba memiliki dua bagian tubuh yaitu: bagian depan yang disebut cephalothorax atau prosoma merupakan gabungan dari kepala dan dada (torax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opsithosoma. Selain itu juga terdapat bagian tubuh pedicle atau pedicellus sebagai penghubung antara cephalothorax dan abdomen.

Pada bagian tubuh cephalothorax terdapat empat pasang kaki dan satu sampai empat pasang mata. Selain itu juga terdapat sepasang taring besar dan alat bantu pada bagian mulut mirip tangan yang disebut pedipalpus.

Laba-laba memakan mangsanya dengan cara menghisap cairan dalam tubuh dengan dibantu berupa alat penghisap karena laba-laba tidak memiliki gigi dan mulut.

Saturday, 14 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu


Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu

Udang windu memiliki nama internasional yakni Giant Tiger dengan nama ilmiahnya Penaeus monodon adalah suatu satwa yang hidup dan berkembang biak di laut, serta binatang yang memiliki kulit yang keras. Udang windu saat ini telah tersebar ke berbagai negara seperti Indonesia, pantai Afrika, Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, Laut Jepang, Australia, Austria Timur, Laut Tengah Terusan Suez, Hawaii, Lautan Atlantik dan Amerika Serikat (Florida, Georgia, South Carolina).


Klasifikasi Udang Windu

Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Dendrobranchiata
Famili: Penaeidae
Genus: Penaeus
Spesies: P. monodon

Morfologi Udang Windu

Di dalam morfologi udang windu terbagi menjadi dua yakni, bagian Cephalothorax (kepala dan dada) dan Abdomen (perut). Informasi lengkap dari morfologi udang windu adalah sebagai berikut:

Cephalothorax

Bagian Cephalothorax pada udang windu terlindungi oleh zat kitin yang tebal dan keras atau disebut juga Carapace.

Bagian kepala udang windu memiliki rostrum dengan rumus 7/3. Rumus 7/3 memiliki arti bahwa bagian kepala atas memiliki 7 buah rostrum dan bagian bawah 3, selain itu terdapat pula bagian lain dari Cephalothhorax sebagai berikut:
  1. Mata majemuk yang bertangkai dan dapat digerakan (mata facet).
  2. Dibagian bawah kepala terdapat mulut dengan rahang yang kuat (mandibula).
  3.  Sepasang sungut (antena)
  4. Antennula sebanyak dua pasang.
  5. Sepasang sirip kepala (Scophocerit)
  6. Maxilliped (berupa alat pembantu rahang)
  7. Memiliki lima pasang kaki yang berguna untuk berjalan di dasar dan berenang di laut. Sepasang kaki pertama, kedua dan ketiga memiliki capit atau chela.
  8. Memiliki hepatopankreas, jantung dan insang.

Abdomen atau Perut

Pada bagian abdomen atau perut dilapisin kulit yang keras dan tebal. Memiliki corak melintang berwarna hijau kebiru-biruan, dan di alam liar warnanya agak kehitaman. Terdapat juga dua ruas ekor yang berfungsi untuk mengarahkan gerakan dan juga alat kelamin.

Saturday, 7 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Belibis merupakan satwa sekelompok dengan unggas yang memiliki paruh datar (Anseriformes). Belibis ini memiliki suara seperti siulan dan juga bias terbang. Unggas ini mirip dengan bebek/mentok yang memiliki kelebihan seperti dapat terbang di udara. Karena keunikan ini, dalam dalam bahasa Inggris belibis dikenal sebagai whistling duck (itik bersiul). Belibis satu anggota dengan suku Anatidae, sehingga unggas ini memiliki kedekatan genetic dengan itik.



Belibis merupakan satwa yang mudah ditemukan di Indonesia, khusunya daerah yang berawa-rawa. Di Indonesia belibis diternakan dan dimanfaatkan dagingnya untuk dijadikan berbagai olahan makanan yang khas dan lezat. Sehingga belibis salah satu unggas yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Klasifikasi Belibis

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Subfamili: Dendrocygninae (Reichenbach, 1853)
Genus: Dendrocygna (Swainson, 1837)
Species: Dendrocygna

Morfologi Belibis

Belibis spesies Dendrocygna arcuta memiliki ciri-ciri morfologi ukuran tubuh paling kecil diantara spesies belibis lainnya. Memiliki leher yang tidak terlalu panjang dan kecil, bentuk paruh pipih seperti paruh bebek/itik, atau mentok dan berwarna hitam, warna dasar bulu kecoklatan bercorak-corak hitam. Bulu ujung sayap berwarna putih. Memiliki ekor yang pendek. Terdapat dua pasang kaki yang berselaput dan berwarna hitam.

Sekilas burung belibis ini memang menyerupai bebek/itik karena kemiripan dari bentuk paruh yang pipih dan memiliki kaki berselaput. Dengan kaki berselaput beibis dapat berenang di air untuk mencari makan di rawa-rawa serta sayapnya yang berfungsi untuk terbang di udara meski belibis sendiri jarang terbang, namun sekali terbang ia mampu terbang jauh.

Total Pageviews

Kategori